LP3KD Jambi Junjung Semangat Keberagaman

INDONESIASATU.CO.ID:

JAMBI - UMAT Khatolik di Jambi selain cukup berkontribusi dalam pembangunan di sektor pendidikan dan kesehatan, diharapkan juga memberikan peran dalam pengembangan seni budaya. Termasuk diminta tetap hadir dalam semangat kerukunan dan kebersamaan dalam bingkai NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Penjabat Gubernur Jambi H.Fachrori Umar menyampaikan hal itu pada acara pelantikan pengurus Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejani Daerah (LP3KD) Provinsi Jambi, Rabu (16/5).

"Seperti yang kita ketahui, umat Khatolik di Provinsi Jambi terus berpartisipasi aktif dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelayanan kesehatan dan pendidikan. Disamping itu juga ikut dalam aktivitas pembinaan bidang seni dan budaya,” kata Fachrori di depan pemuka agama Khatolik, sejumlah tokoh FKUB (Forum Komunikasi antarumat Beragama) Jambi dan pengurus yang dilantik. Fachrori menjelaskan, kondisi kehidupan berdemokrasi di Provinsi Jambi, seperti tergambar dari Indeks Demokrasi Indonesia tahun 2015 sebesar 70,68, berada pada kategori sedang. Sementara Indeks Kebebasan Sipil tahun 2015 di level 75,89, dan meningkat menjadi 84,39 di tahun 2016.

"Data ini adalah gambaran kerukunan hidup beragama dan etnis di Jambi terbilang baik. Untuk itu, peran Forum Kerukunan Umat beragama MUI, LP3KD, tokoh adat, tokoh masyarakat dan organisasi masyarakat harus terus dioptimalkan guna mencapai Jambi TUNTAS 2021,” katanya. Sebelumnya, Kasianus Telaumbanua yang dipercaya sebagai Ketua Umum LP3KD Jambi, menyebutkan, LP3KD ini merupakan bentuk kebersamaan umat Katolik Provinsi Jambi dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Hal itu berakar dari peraturan Menteri Agama Nomor 35 Tahun 2016 tentang Pembentukan LP3KD.

"Jadi, lembaga ini dibentuk sebagai wujud partisipasi umat Khatolik yang dikelola oleh pemerintah. Pemerintah memberi ruang kepada umat Katolik untuk bersama-sama menegakkan kebersamaan dalam persatuan Indonesia, diantaranya dalam bentuk pesta paduan suara yang akan dilangsungkan di Ambon. Nantinya tidak melulu paduan suara gerejani, tetapi kita mengusung panji-panji budaya Jambi, " ujar Kasianus.

Kasianus menjelaskan, selama ini umat Khatolik di Jambi hidup dan membangun Jambi bersama masyarakat yang berbeda namun tetap dapat hidup berdampingan. "Jambi terkenal sebagai masyarakat yang toleran, masyarakat yang ramah, hidup di tengah kebhinekaan. Tidak memandang apakah dia rambut keriting, lurus, mata sipit atau dari Nias seperti saya atau dari Flores seperti banyak saudara-saudara kami, Kita bhinneka, kita Katolik, kita Indonesia," tandas Kasianus (permato)

Berita Terbaru

Index Berita